Senin, 06 Januari 2014

Manfaat Gerakan Sholat Bagi Kesehatan

Assalamualaikum sobat., lama rupanya saya tidak update informasi di jadilah ini. Oke sebagai rasa rindu saya pada sobat semuanya kali ini saya akan memberikan sedikit informasi mengenai Manfaat Gerakan Sholat Bagi Kesehatan. Sebelumnya saya akan sedikit bercerita masalah kenapa Sholat itu wajib, tahukan kalian kenapa sholat itu wajib bagi kita (umat muslim)? kalau pertanyaannya kenapa wajib ya tentu jawabannya karena kita butuh, itu salah satunya.

Tapi kemudian tahukan sobat bahwa ternyata banyak sekali manfaat dari gerakan-gerakan sholat yang kita lakukan. Simak manfaat gerakan sholat bagi kesehatan selengkapnya berikut di bawah ini.

Sujud Bikin Cerdas
Shalat adalah amalan ibadah yang paling proporsional bagi anatomi tubuh manusia. Gerakan-gerakannya sudah sangat melekat dengan gestur (gerakan khas tubuh) seorang muslim. Namun, pernahkah terpikirkan manfaat masing-masing gerakan? Sudut pandang ilmiah menjadikan shalat gudang obat bagi berbagai jenis penyakit!

Saat seorang hamba telah cukup syarat untuk mendirikan salat, sejak itulah ia mulai menelisik makna dan manfaatnya. Sebab salat diturunkan untuk menyempurnakan fasilitasNya bagi kehidupan manusia. Setelah sekian tahun menjalankan salat, sampai di mana pemahaman kita mengenainya?

TAKBIRATUL IHRAM
Postur: berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar telinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah.

Manfaat : Gerakan ini melancarkan aliran darah, getah bening (limfe) dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancar ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar. Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.

RUKUK
Postur: Rukuk yang sempurna ditandai tulang belakang yang lurus sehingga bila diletakkan segelas air di atas punggung tersebut tak akan tumpah. Posisi kepala lurus dengan tulang belakang.

Manfaat : Postur ini menjaga kesempurnaan posisi dan fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat syaraf. Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi relaksasi bagi otot-otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah latihan kemih untuk mencegah gangguan prostat.

I’TIDAL
Postur: Bangun dari rukuk, tubuh kembali tegak setelah, mengangkat kedua tangan setinggi telinga. Manfaat : Ftidal adalah variasi postur setelah rukuk dan sebelum sujud. Gerak berdiri bungkuk berdiri sujud merupakan latihan pencernaan yang baik. Organ organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Efeknya, pencernaan menjadi lebih lancar.

SUJUD
Postur: Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi pada lantai.
Manfaat : Aliran getah bening dipompa ke bagian leher dan ketiak. Posisi jantung di atas otak menyebabkan darah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang. Karena itu, lakukan sujud dengan tuma’ninah, jangan tergesa gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak. Postur ini juga menghindarkan gangguan wasir.

Khusus bagi wanita, baik rukuk maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.

DUDUK
Postur: Duduk ada dua macam, yaitu iftirosy (tahiyyat awal) dan tawarruk (tahiyyat akhir). Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki.

Manfaat: Saat iftirosy, kita bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan syaraf nervus Ischiadius. Posisi ini menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan. Duduk tawarruk sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih (urethra), kelenjar kelamin pria (prostata) dan saluran vas deferens. Jika dilakukan. dengan benar, postur irfi mencegah impotensi. Variasi posisi telapak kaki pada iffirosy dan tawarruk menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang menjaga. kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak kita.

SALAM
Gerakan: Memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara maksimal.
Manfaat : Relaksasi otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan aliran darah di kepala. Gerakan ini mencegah sakit kepala dan menjaga kekencangan kulit wajah.

BERIBADAH secara, kontinyu bukan saja menyuburkan iman, tetapi mempercantik diri wanita luar-dalam.

PACU KECERDASAN
Gerakan sujud dalam salat tergolong unik. Falsafahnya adalah manusia menundukkan diri serendah-rendahnya, bahkan lebih rendah dari pantatnya sendiri. Dari sudut pandang ilmu psikoneuroimunologi (ilmu mengenai kekebalan tubuh dari sudut pandang psikologis) yang didalami Prof Sholeh, gerakan ini mengantar manusia pada derajat setinggi-tingginya. Mengapa? Dengan melakukan gerakan sujud secara rutin, pembuluh darah di otak terlatih untuk menerima banyak pasokan darah. Pada saat sujud, posisi jantung berada di atas kepala yamg memungkinkan darah mengalir maksimal ke otak.

Itu artinya, otak mendapatkan pasokan darah kaya oksigen yang memacu kerja sel-selnya. Dengan kata lain, sujud yang tumakninah dan kontinyu dapat memacu kecerdasan.

Risetnya telah mendapat pengakuan dari Harvard Universitry, AS. Bahkan seorang dokter berkebangsaan Amerika yang tak dikenalnya menyatakan masuk Islam setelah diam-diam melakukan riset pengembangan khusus mengenai gerakan sujud.

PERINDAH POSTUR
Gerakan-gerakan dalam salat mirip yoga atau peregangan (stretching). Intinya untuk melenturkan tubuh dan melancarkan peredaran darah. Keunggulan salat dibandingkan gerakan lainnya adalah salat menggerakan anggota tubuh lebih banyak, termasuk jari kaki dan tangan.

Sujud adalah latihan kekuatan untuk otot tertentu, termasuk otot dada. Saat sujud, beban tubuh bagian atas ditumpukan pada lengan hingga telapak tangan.

Saat inilah kontraksi terjadi pada otot dada, bagian tubuh yang menjadi kebanggaan wanita. Payudara tak hanya menjadi lebih indah bentuknya tetapi juga memperbaiki fungsi kelenjar air susu di dalamnya.

MUDAHKAN PERSALINAN
Masih dalam pose sujud, manfaat lain bisa dinikmati kaum hawa. Saat pinggul dan pinggang terangkat melampaui kepala dan dada, otot-otot perut (rectus abdominis dan obliquus abdominis externuus) berkontraksi penuh. Kondisi ini melatih organ di sekitar perut untuk mengejan lebih dalam dan lama. Ini menguntungkan wanita karena dalam persalinan dibutuhkan pernapasan yang baik dan kemampuan mengejan yang mencukupi. Bila, otot perut telah berkembang menjadi lebih besar dan kuat, maka secara alami ia justru lebih elastis. Kebiasaan sujud menyebabkan tubuh dapat mengembalikan serta mempertahankan organ-organ perut pada tempatnya kembali (fiksasi).

PERBAIKI KESUBURAN
Setelah sujud adalah gerakan duduk. Dalam salat ada dua macam sikap duduk, yaitu duduk iftirosy (tahiyyat awal) dan duduk tawarruk (tahiyyat akhir). Yang terpenting adalah turut berkontraksinya otot-otot daerah perineum. Bagi wanita, inilah daerah paling terlindung karena terdapat tiga lubang, yaitu liang persenggamaan, dubur untuk melepas kotoran, dan saluran kemih.

Saat duduk tawarruk, tumit kaki kiri harus menekan daerah perineum. Punggung kaki harus diletakkan di atas telapak kaki kiri dan tumit kaki kanan harus menekan pangkal paha kanan. Pada posisi ini tumit kaki kiri akan memijit dan menekan daerah perineum. Tekanan lembut inilah yang memperbaiki organ reproduksi di daerah perineum.

AWET MUDA
Pada dasarnya, seluruh gerakan salat bertujuan meremajakan tubuh. Jika tubuh lentur, kerusakan sel dan kulit sedikit terjadi. Apalagi jika dilakukan secara rutin, maka sel-sel yang rusak dapat segera tergantikan. Regenerasi pun berlangsung lancar. Alhasil, tubuh senantiasa bugar.

Gerakan terakhir, yaitu salam dan menengok ke kiri dan kanan punya pengaruh besar pada kekencangan. kulit wajah. Gerakan ini tak ubahnya relaksasi wajah dan leher. Yang tak kalah pentingnya, gerakan ini menghindarkan wanita dari serangan migrain dan sakit kepala lainnya.

Demikian beberapa Manfaat Gerakan Sholat Bagi Kesehatan ini saya sampaikan. Kemudian supaya Sholat kita berfungsi seperti di atas terlebih dahulu harus memahami ilmu shalat dari mulai tata cara shalat, syarat, rukun, sunat, makruh, batal dan fadhilah shalat. Sungguh suatu hal yang mustahil sesuatu dapat kita raih bila dalam pelaksanaannya saja kita masih belum sesuai dengan apa yang seharusnya.

Selebihnya lakukanlah apapun karena Allah, jangan terjebak oleh keinginan yang bersifat duniawi. Allah lebih mengerti apa yang kita butuhkan, jadi jangan khawatir. Semoga bermanfaat.

Label:

Senin, 23 Desember 2013

Merayakan Tahun Baru Menurut Islam

Jadilah.com - Lambat sang waktu berganti, itu mungkin hanya sekedar kata-kata dalam bagian lyrik lagu saja, karena kenyataannya tidak terasa sekarang kita berada di penghujung tahun 2013. Bergantinya tahun demi tahun sampai nyaris gak berasa, saking "betahnya" kali yah kita di alam yang pana ini. Maha suci Allah, Maha Besar Allah merubah apapun tanpa ada kesulitan sedikitpun.

Tahun baru adalah dimana kita beralih pada tahun berikutnya. Cuma, tak hanya sampai disitu pemahamannya, karena masih banyak artian atau mungkin paham lain yang di antaranya Tahun baru adalah proses dimana adanya intropeksi diri yang mendalam bahkan berhubungan dengan Sang Kholik, dimana kita belajar dari masa lalu atau masa-masa yang telah kita lalui di tahun sebelumnya. Proses ini berlanjut pada evaluasi diri, dimana kita bisa menganalisis hal-hal yang telah kita alami di tahun sebelumnya untuk siap melangkah ke lembaran baru yang sudah menanti. Semoga dengan bertemunya atau di pertemukannya kita dengan tahun yang baru ini senantiasa dalam lindungan-Nya.

Merayakan Tahun Baru Menurut Pandangan Islam
Merayakan Tahun Baru Menurut Islam
Bagaimana pandangan Islam tentang perayaan-perayaan yang sering dilakukan orang dengan cara hura-hura? Intinya sih, dalam Islam nggak ada istilah merayakan tahun baru dengan cara-cara yang kita kenal sekarang tersebut; seperti pesta-pesta, hura-hura, dan sebagainya. Mungkin agak terdengar fanatik, nggak modern dan sebagainya. Tapi ada alasannya mengapa Islam tidak menganjurkan budaya barat ini.

Resolusi HARIAN
Tahun baru umat Islam jatuh pada tanggal 1 Muharram penanggalan Hijriah (1 Desember lalu), dan tidak ada, dalam Islam, ajaran maupun kebiasaan merayakannya seperti merayakan tahun baru Masehi. Kenyataannya, Allah SWT mengajarkan umat Islam untuk melakukan evaluasi diri berdasarkan pergantian siang dan malam. Ini artinya, manusia haruslah menjadikan hari esok lebih baik dari hari ini dan hari kemarin. Jadi, kalau kita biasa membuat resolusi setahun sekali, dalam Islam kita membuat resolusi SETIAP HARI.

Waktu
Seperti yang disebutkan dalam surat Al-Ashr, bahwa orang yang tidak menghargai dan memanfaatkan waktu untuk kebaikan adalah orang-orang yang celaka dan merugi. Tapi ini jangan diartikan secara material, seperti kata-kata bijak “time is money”-nya orang barat. Kerugian disini jangan diukur dengan harta benda, melainkan dengan kemanfaatan diri kita bagi diri sendiri dan orang lain.
Sebagai perbandingan, Rasulullah, manusia yang memberikan begitu banyak manfaat bagi umat hanya diberikan waktu 63 tahun untuk hidup di bumi. Sementara banyak diantara kita yang diberikan ‘bonus’ hingga mencapai 100 tahun lebih, tapi belum tentu bermanfaat bagi orang lain.

Ada satu poin menarik tentang mengapa Allah SWT menyebutkan “Demi waktu ashar” pada awal surat tersebut. Alasannya, (ini dari Emak saya yang doi simak dari pengajian) karena waktu ashar adalah salah satu waktu shalat yang paling banyak ditunda-tunda orang dalam kehidupan sehari-hari. Biasanya kita berpikir waktu ashar cukup panjang sehingga kita cenderung malas-malasan atau memilih meneruskan kesibukan saja dulu. Tapi, ujung-ujungnya malah nggak jadi shalat, karena keburu habis waktu. (Hahaha ini sih aku banget.)

Alasan kedua, (yang ini dari khotbah Jum’at-an yang aku denger tadi) ashar menyimbolkan masa usia manusia yang sudah menginjak paruh baya. Bahwa supaya kita jangan menunda-nunda bertobat dan berbuat baik karena merasa umur belum terlalu uzur. Jangan sampai kita (pada akhirnya) tobat dengan motivasi yang salah; misalnya karena sudah terlalu tua untuk berjudi, terlalu tua untuk jadi maling. Naudzubillah. Jangan sampe deh kita begitu. Jangan sampe amal ibadah kita yang mungkin udah total banget pengerjaannya, tapi malah jadi nggak berkah.

Kesimpulannya :
Dalam Islam kita diajarkan untuk mengevaluasi diri setiap hari, bukan hanya di akhir tahun.Hari esok harus lebih baik dari hari ini dan hari kemarin.Jangan sia-siakan waktu sebelum terlambat.Tidak ada gunanya kita merayakan pergantian waktu jika itu berarti kita merayakan hal-hal kurang baik yang kita lakukan di masa lalu.

*Dalam Islam, Waktu Adalah Ruh.
Karena itu kita harus menghargainya dan mengisinya dengan kebaikan. Bukan merayakannya.

Demikian kami informasikan Tahun Baru 2014 | Pandangan Islam Tentang Merayakan Tahun Baru | Renungan Tahun Baru | Tahun Baru Islam. Semoga Bermanfaat.

Label:

Senin, 09 September 2013

Menjauhkan Diri Dari Perbuatan Riya'

Jadilah.com - Wanita muslimah yang senantiasa mendapat petunjuk dan bimbingan agamanya tidak akan terjerumus kedalam jurang riya' dan bangga diri, karena dia telah mendapat perlindungan dari pemahamannya terhadap ajaran-ajaran agamanya. Selain dia juga telah belajar darinya bahwa setiap gejolak jiwa seorang wanita yang ingin berbuat riya' hanya akan menghapuskan pahalanya, menjadikan amal shalih tidak berguna dan memberikan kenistaan dan kehinaan pada diri pelakunya pada hari kiamat kelak.

Karena pada dasarnya Allah SWT dalam penciptaan jin dan manusia, adalah semata-mata untuk menyembah dan beribadah kepada-Nya. Sebagaimana difirmankan-Nya dalam Al-Qur'an surat Az-Dzariyat ayat : 56. Yang artinya: "Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku".

Dan penyembahan seorang hamba-Nya tidak akan di terima kecuali jika benar-benar tulus semata-mata karena Allah dan juga semata-mata mencari keridhaan-Nya, sebagaimana yang di terangkan dalam surat al-Bayyinah ayat:5.

"Padahal mereka tidak di suruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dengan menjalankan gama dengan lurus ......."

Tatkala amal kebaikan wanita muslimah di warnai dengan riya' (pamer), senang menonjol, memperoleh pujian karena kehebatan atau kemasyhurannya, maka akan sia-sia amal dari perbuatannya tersebut, dan pahalanya pun akan terhapus karenanya, sehingga pelakunya akan mengalami kegiatan yang amat besar dan bahkan akan menderita karenanya.

Hal ini sesuai dengan peringatan Allah yang di sampaikan secara jelas dan pasti terhadap orang-orang yang menyedekahkan hartanya sembari menyebut-nyebut, sehingga menyakiti perasaan sipenerimanya, dengan demikian itu mereka telah merusak kehormatan sipenerima sedekah tersebut. Di terangkan dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat:264:

"Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menghilangkan pahala sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan sipenerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya' kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu di timpa hujan lebat, lalu jadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan, dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir".

Dari firman Allah di atas, maka jelaslah bahwa orang yang mensedekahkan harta kekayaannya dengan menyebut-nyebutnya akan menghapuskan pahala dari sedekah tersebut. Dan orang-orang yang berbuat riya' tidak akan memperoleh petunjuk dari Allah SWT, serta mereka itu di golongkan sebagai orang kafir. Yang demikian itu karena orang-orang yang berbuat riya' itu ingin memperlihatkan amal shalih yang di kerjakan di hadapan orang banyak dan bukan semata karena mengharap ridha dari Allah SWT.

Oleh karena itu, amal perbuatan mereka itu di tolak, karena mereka telah menyekutukan Allah. Dan Allah senidiri tidak akan menerima amal perbuatan shalih kecuali jika benar-benar di dasari keikhlasan dan ketulusan hatinya, semata-mata hanya mengharap ridha-Nya, sebagaimana yang telah di terangkan dalam sebuah hadist dari Abu Hurairah ra, dan di riwayatkan oleh Imam Musiim, menceritakan, aku pernah mndengar Rasulullah saw :

"Allah SWT berfirman, "Aku adalah sekutu yang paling tidak membutuhkan sekutu. Barang siapa yang di dalamnya dia menyekutukan-Ku dengan selain diri-Ku maka Aku akan tinggalkan dia dengan sekutunya itu".

Wanita Muslimah yang mendapat pancaran agamanya serta senantiasa berpegang pada petunjuk-petunjuk Allah dan Rasul-Nya akan berhati-hati dalam setiap melakukan perbuatan amal shalih dan senantiasa menghindarkan diri dari keterjerumusannya ke dalam riya' dengan segala macam bentuknya, serta berusaha keras untuk mengerahkan amal perbuatannya hanya semata-mata karena mengharap serta mencari keridhaan dari Allah SWT bukan karena yang lainnya.

Demikian Menjauhkan Diri Dari Perbuatan Riya' ini yang merupakan bagian dari bahasan Figur wanita penghuni surga bab Wanita Muslimah terhadap Masyarakat. Semoga bermanfaat.

Label:

Menjaga Mulut Dari Ghibah Dan Adu Domba

Jadilah.com - Menjaga Mulut Dari Ghibah Dan Adu Domba ini merupakan bagian dari bahasan "Wanita Muslimah Terhadap Masyarakat", yang sebelumnya sempat di bahas juga bagian yang lainnya yaitu dengan Menjauhkan Diri Dari Perbuatan Riya'. Simak saja selengkapnya di bawah ini.

Wanita muslimah yang benar-benar sadar dan senantiasa memperhatikan ajaran-ajaran agamanya, akan takut kepada Allah SWT dimana dan kapan saja, pada saat sedang sendiri maupun bersama dengan orang banyak, dengan berharap agar tidak terlontar dari mulutnya kata-kata yang menjerumus pada ghibah dan adu domba yang dapat menjadikan murkanya Allah SWT dan mengkategorikannya kedalam golongan wanita yang suka berbuat ghibah dan mengadu domba. Wanita muslimah seperti ini karena dia senantiasa berpegang pada Al-Qur'an, yaitu Surat Al-Hujurat Ayat 12:

"Dan janganlah sebagian kalian menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kalian memakan daging saudaranya yang sudah mati?  Maka tentulah kalian merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah maha penerima taubat lagi maha penyayang".

Sehingga dengan tetap berpegang pada Al-Qur'an tersebut dia akan merasa bahwa ghibah dan adu domba merupakan perbuatan dosa yang sebenarnya tidak layak untuk di kerjakan oleh wanita muslimah. Dan wanita yang biasa berbuat ghibah dalam setiap perjumpaan-perjumpaan atau pertemuan-pertemuan yang di ikutinya bukan termasuk wanita muslimah yang shalihah, dia senantiasa mengabaikan ajaran-ajaran agamanya.

Karena begitu dahsyatnya bahaya yang di timbulkan dari ghibah dan adu domba, dalam agama perbuatan ini sangat dilarang. Telah banyak bukti yang kongkrit terjadi dikalangan masyarakat, sering terjadinya perselisihan, permusuhan, kebencian dan kedengkian yang tiada pernah berakhir yang kesemuanya itu berawal dari ghibah dan adu domba.

Dalam suatu riwayat diceritakan, dari Aisyah ra. Dia bercerita, Aku pernah berkata kepada Rasulullah SAW. "Cukuplah Shafiyah itu bagimu begini dan begitu". Sebagian perawi berkata, "Yang di maksudkan adalah bahwa dia (Shafiyah) itu orangnya pendek". Maka Rasulullah saw bertutur, "Engkau telah mengucapkan kata-kata yang seandainya di campur dengan air laut, niscaya air laut itu akan menjadi keruh".

Kalau kita benar-benar perhatikan bagaimana pnuturan dari Rasulullah SAW, "Seandainya di campur dengan air laut, niscaya air laut itu akan keruh, kita dapat membayangkan begitu dahsyatnya bahaya yang di timbulkan dari ghibah dan adu domba.

Selain itu, wanita muslimah ini juga akan senantiasa berpegang pada sabda Rasulullah saw, yang berlaitan dengan tujuh perbuatan dosa yang beliau menekankan kepada setiap umatnya untuk menghindarinya, sehingga dia menemukan bahwa ada dosa yang lebih berbahaya dan lebih besar dari ghibah, yaitu penuduh wanita-wanita yang baik dan beriman telah melakukan perbuatan zina, suatu tuduhan yang sering kali di lakukan oleh kaum wanita di masyarakat. Sabda Rasulullah saw seperti berikut ini:

"Jauhilah oleh kalian tujuh dosa besar". Ditanyakan, "Wahai Rasulullah, apa saja ke tujuh dosa besar itu?" Beliau menjawab, "Pertama syirik kepada Allah, melakukan sihir, membunuh jiwa yang di haramkan Allah kecuali dengan sebab yang benar, Memakan harta anak yatim, memakan riba berpaling dari peperangan dan memenduh zina terhadap wanita-wanita yang suci lagi beriman".

Wanita muslimah yang cerdas akan senantiasa berfikir dan memahami serta mempraktekkan dari ajaran agamanya, akan menghindarkan dirinya dari ghibah dan adu domba, serta tidak mau terjerumus kedalamnya dalam segala bentuknya, karena di samping menimbulkan perselisihan dan permusuhan juga mengakibatkan terputusnya tali cinta kasih dan tali kekerabatan antara sesamanya, sebagaimana yang di terangkan Rasulullah saw, melalui sabdanya berikut ini:

"Hamba Allah yang paling baik adalah orang-orang yang apabila dilihat akan menyebut nama Allah, dan sejahat-jahat nama Allah adalah mereka yang suka mengadu domba dan yang memecah belah orang-orang yang saling mencintai, yang menginginkan kebinasaan bagi orang-orang yang tidak bersalah".

Dan di pertegas lagi dengan sabda Rasulullah saw, bahwa orang-orang yang suka mengadu domba di ancam dengan neraka, seperti berikut ini:

yang artinya:
"Tidak akan masuk surga orang-orang yang suka mengadu domba". (HR. Muttafaq Alaihi).

Demikian pembahasan "Menjaga Mulut Dari Ghibah Dan Adu Domba", mohon maaf atas kekurangan, jangan lewatkan juga berita terbaru lainnnya, semoga bermanfaat.

Label:

Lemah Lembut Kepada Orang lain

Jadilah.com - Bersikap Lemah Lembut Kepada Orang Lain merupakan salah satu ciri khas dari Sifat Wanita Muslimah sekaligus merupakan sebuah hal yang akan kami bahas pada kesempatan kali ini. Wanita Muslimah yang senantiasa sadar akan ajaran-ajaran agamanya tidak akan membedakan teman sepergaulannya, apakah dia itu cantik atau jelek, apakah dia itu bagus atau cacat dan lain sebagainya.

Di antara karakter wanita adalah lemah lembut, dan itulah memang karakter yang layak di miliki oleh seorang wanita , Bersikap lemah lembut  dengan sesama mahluk . Beranjak dari hal tersebut, wanita di sebut sebagai mahluk yang penuh dengan kelembutan. Dalam pergaulannya dengan sesama muslim, khususnya sesama kaum wanita dan dengan keluarga selalu di dasari dengan sikap saling menghargai, mencintai dan saling membantu.

Di antara petunjuk-petunjuk dan ajaran yang di berikan Islam itu adalah bahwa orang harus bersikap lemah lembut dan sopan santun dalam setiap pergaulannya dengan sesamanya, tidak di perbolehkan menggunakan kekerasan atau kejahatan dan kekejaman dalam kata-kata atau atau dalam tindakan.

Sikap lemah lembut telah di ajarkan dan di contohkan oleh Rasulullah saw, kepada para sahabatnya dan seluruh umatnya, beliau senantiasa menampakan sikap lemah lembut pada dirinya sehingga beliau selalu di cintai dan di sayangi oleh para sahabatnya dan umatnya. Hal tersebut di terangkan dalam Al-Qur'an surat Ali-Imran ayat 159.

"Maka disebabkan rahmay dari Allah kamu bersikap lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap kasar lagi berhati keras, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingnya. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu".

Pada dasarnya sikap lemah lembut itu berguna untuk umum, baik laki-laki, ataupun wanita, karena Islam mewajibkan kepada setiap pemeluknya untuk bersikap lemah lembut terhadap sesamanya. Banyak di terangkan dalam Al-Qur'an dan Al-Hadits yang menganjurkan kita supaya lemah lembut, dan menekankan bahwa lemah lembut itu merupakan sifat yang tinggi yang harus di tumbuh suburkan di kalangan masyarakat Islam dan di jadikan pegangan oleh setiap orang Muslim yang berada di masyarakat ini, yang senantiasa menyadari hukum-hukum agamanya dan mendapat pancaran petunjuk agamanya.

Cukuplah wanita muslimah mengetahui bahwa kelembutan itu merupakan salah satu dari sifat Allah yang tinggi, DIA menghendaki supaya sifat tersebut tertanam dalam diri hamba-hamba-Nya dalam setiap hal, kapan dan dimana saja berada. Rasulullah saw bersabda:

"Sesungguhnya Allah itu lembut, menyukai kelembutan, dan memberikan pada kelembutan sesuatu yang tidak di berikan kekerasan dan tidak di berikan pada sifat-sifat yang lainnya". (HR.Muslim).

Karena sikap kelemah lembutan yang di miliki wanita muslimah itulah yang menjadikannya tampil beda di antara wanita-wanita yang lainnya. Maka tidak heran, jika kelemah lembutan dalam agama ini merupakan kebaikan yang menyangkut seluruhnya. Oleh karena itu, barang siapa yang menerapkannya, maka dia akan memperoleh kebaikan seluruhnya. Dan sebaliknya barang siapa yang tidak mau menerapkannya, maka di haramkan baginya seluruh kebaikan. Mengenai hal tersebut telah di terangkan dalam hadits yang di riwayatkan oleh Jarir bin Abdullah, dimana dia bercerita aku pernah mendengar Rasulullah saw, bersabda:

"Barang siapa tidk memiliki kelemah lembutan, maka di haramkan baginya kebaikan seluruhnya". (HR.Muslim).

Petunjuk Rasulullah saw, telah menjelaskan bahwa kebaikan akan di peroleh setiap individu, keluarga dan kaum apabila mereka senantiasa membudayakan kelemah lembutan dalam kehidupan mereka. Dan bahkan dalam salah satu hadits di terangkan bahwa kelemah lembutan itu dapat mengharamkan pelakunya untuk masuk neraka, haditsnya seperti berikut ini:

"Maukah kalian aku beritahukan tentang orang yang diharamkan masuk neraka? atau tentang orang yang neraka haram baginya? Neraka itu haram bagi setiap orang yang akrab, yang suka memberi kemudahan, lemah lembut dan tidak bertele-tele".

Dan dalam petunujuk dan ajaran Rasulullah saw, bahwa sikap lemah lembut itu tidak cukup dan kurang lengkap jika tidak di barengi dengan kelemah lembutan kepada binatang sembelihan atau binatang yang akan di sebelih ,karena hal itu merupakan tingkatan tertinggi yang telah berhasil di capai oleh orang-orang yang bertaqwa dan shalih, Rasulullah saw bersabda:

"Sesungguhnya Allah telah menetapkan kebaikan bagi segala sesuatu. Oleh karena itu, apabila kalian hendak membunuh, maka membunuhlah degan cara yang baik. Dan apabila kalian hendak menyembelih binatang, maka sembelihlah dengan cara yang baik. Dan, hendaklah salah satu di antara kalian menajamkan mata pisaunya, dan senangkanlah binatang sembelihannya itu". (HR.Imam Muslim).

Oleh karena itu, untuk mencapai seluruh kebaikan dan kebahagiaan di hari akhir kelak marilah kita tanamkan serta budayakan sikap lemah lembut dalam setiap pergaulan di kalangan masyarakat.

Demikian bahasan "Lemah Lembut Kepada Orang Lain" ini kami informasikan, dan kami juga mohon maaf atas segala kekurangan, semoga bermanfaat.

Label:

Belas Kasih Terhadap Sesama

Jadilah.com - Yang merupakan Sifat dan ciri Wanita Muslimah yang berikutnya yaitu Belas Kasih Terhadap Sesama. Diantara sikap yang harus dimiliki oleh wanita muslimah adalah Lemah Lembut Kepada Orang Lain, selain itu juga dia harus memiliki belas kasih terhadap sesamanya atau terhadap sesama mahluk hidup, karena belas kasih terhadap mahluk hidup itu merupakan menjadi seorang muslim yang berakal.

Di antara yang termasuk belas kasih adalah sifat orang yang suka memaafkan orang lain, menyayangi sesama manusia. Orang yang bersifat belas kasih sayang akan di kasihi oleh Allah, sebagaimana yang telah di terangkan dalam sabda Rasulullah saw:

"Kasihanilah orang-orang yang ada di bumi, supaya kamu di kasihi oleh orang-orang yang ada di langit (Para Malaikat)". (HR.Thabrani).

Sifat belas kasih ini bersifat menyeluruh, tindak pandang bulu, yaitu tidak membedakan antara si kaya dan si miskin, antara si cantik dan yang jelek, antara yang bagus dengan yang cacat, antara orang yang berpangkat dengan orang yang tidak berpangkat dan lain sebagainya.

Janganlah rasa belas kasih itu hanya dengan orang yang kaya, mau memberi maaf jika yang bersalah itu keluarga orang yang berpangkat atau orang yang terpandang terhormat, akan tetapi tidak mau belas kasih dan tidak mengampuni kesalahan orag yang telah berbuat kesalahan karena dia keluarga orang yang di pandang tidak mampu atau miskin.

Dalam nash-nash dan ajaran Rasulullah saw, di tekankan kepada setiap wanita muslimah untuk tidak membeda-bedakan terhadap sesamanya dalam memberikan belas kasih maupun cinta kasih. Sebagaimana di terangkan dalam sabdanya:

"Tidak sempurna iman kalian, sehingga kalian menyayangi. Para sahabat berkata, "Ya Rasulullah, kami belas kasih". Nabi bersabda, "Sebenarnya belas kasih bukan saja belas kasih kepada seorang temannya, tetapi belas kasih yang bersifat menyeluruh".

Demikian pembahasan "Belas Kasih Terhadap Sesama", mohon maaf atas kekurangan, ikuti juga informasi terbaru  yang lainnya, semoga bermanfaat.

Label:

Wanita Muslimah Itu Tidak Bersifat Sombong

Jadilah.com - Salah satu Ciri Wanita Muslimah selanjutnya yaitu "Tidak Bersifat Sombong". Sombong merupakan sifat manusia yang menganggap dirinya lebih berharga, lebih mulia, lebih terhormat lebih kuat, lebih gagah, lebih pandai dari orang lain lebih tinggi kedudukannya dari yang lain dan lain sebagainya yang berkaitan dengan hal tersebut. Dan akibat yang di timnulkan dari sifat ini adalah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain.

Sombong adalah suatu sifat yang sangat tercela dan dapat menjauhkan dirinya dengan Allah. Bagi wanita muslimah yang jujur lagi sadar tidak akan pernah sombong dan menganggap bahwa sombong itu suatu sifat yang harus di musnahkan dalam hatinya. Karena wanita muslimah yang sentiasa mendapat pancaran sinar petunjuk agamanya, ia mengetahui bahwa sombong  dan tinggi hati itu akan menjadikannya diharamkan dari ni'mat Allah di akhirat kelak, dan keni'matan itu hanya di berikan kepada orang-orang yang senantiasa merendahkan diri (tidak sombong). Hal tersebut telah di terangkan dalam Al-Quran Surat Al-Qashash Ayat 83. Yang artinya sebagai berikut :

"Negeri akherat itu, kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di muka bumi dan kemudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertaqwa".

Akibat sifat sombong, merasa diri paling hebat dari orang lain, maka timbullah berbagai macam kejahatan yang menurut anggapannya orang lain tidak akan berani melarangnya, sebab orang lain di anggap hina dan lemah. Sebagaimana yang di sabdakan Rasulullah saw, berikut di bawah ini :

"Sombong itu ialah menolak kebenaran dan menghinakan orang lain". (HR.Imam Muslim).

Orang-orang yang merenungi serta memperhatikan petunjuk Allah dan Rasul-Nya, akan merasa heran atas  kesungguhan Rasulullah saw, untuk mencabut akar-akar kesombongan dari dalam jiwa manusia, yaitu dengan melalui larangan serta memberikan peringatan kepada mereka agar jiwanya tidak di masuki oleh benih-benih kesombongan meskipun hanya sebesar biji sawi yang di tiupkan oleh syaitan, sebagaimana yang telah dialami oleh orang-orang sombong yang mereka haramkan oleh Allah untuk masuk surga. Sebagaimana yang diterangkan dalam sabda Rasulullah saw, berikut ini :

"Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya terdapat sebesar biji dzarrah kesembongan. Lalu seseorang berkata: "Sesungguhnya orang-orang laki senang agar pakaian dan sandalnya bagus. Maka beliaupun bersabda: "Sesungguhnya Allah indah dan menyukai keindahan. Kesombongan itu menolak kebenaran dan menghinakan orang lain". (HR.Imam Muslim).

Di lihat dari segi sasarannya, orang yang sombong itu terdapat tiga sasaran yaitu sombong kepada Allah dengan arti bahwa dia tidak pernah memperhatikan sama sekali ancaman-ancaman Allah, peraturan-peraturan Allah di anggap suatu hal yang remeh (enteng) dan tidak di amalkan sama sekali. Yang kedua yaitu sombong kepada Rasul, dengan artian tidak mengindahkan sama sekali terhadap aturan dan ajaran Rasulullah saw, bahkan menganggap bahwa Rasulullah saw itu sebagai manusia biasa yang tidak perlu diperhatikan ucapan maupun tindakannya. Dan untuk yang ketiga, sombong kepada sesama manusia, yaitu manusia yang lain di anggap hina dan rendah tidak perlu di hormati dan bila perlu harus menghormati terhadap dirinya.

Cukuplah bagi wanita-wanita yang sombong atau membanggakan diri sendiri atas wanita yang lain di hari akhir kelak dia akan mendapatkan kesengsaraan da kehinaan, di haramkan dari pandangan Allah serta tidak di sucikan. Sesungguhnya yang demikian itu merupakan kehinaan yang paling hina. Hal tersebut di terangkan dalam sabda Rasulullah saw berikut ini :

Yang artinya :

"Ada tiga orang yang tidak akan di ajak bicara oleh Allah pada hari kiamat kelak, tidak di sucikan dan tidak di pandang, dan bagi mereka siksa yang amat pedih, yaitu : kakek-kakek yang berbuat zina, raja yang suka dusta, dan orang miskin yang sombong". (HR.Imam Muslim).

Yang demikian itu karena sifat sombong itu hanya pantas di miliki oleh Allah dan ju sifat itu merupakan kepunyaan-Nya, dan bukan milik umat manusia, sosok mahluk yang lemah. Oleh karena itu apabila pada diri manusia memiliki sifat sombong berarti dia telah menginjak-injak maqam Uluhiyah dan menandingi salah satu sifat sang Pencipta yang Maha Agung.

Wanita Muslimah Itu Tidak Bersifat Sombong
Untuk menghapus sifat sombong itu bukan hanya di tujukan pada wanita saja melainkan juga di tekankan pada kaum laki-laki, khusus untuk seluruh mahluk Allah, karena dengan tertanamnya sifat tersebutpada diri manusia sering menimbulkan permusuhan di antara sesamanya.

Oleh karena itu, kalau diri kita masing-masing tidak tertanamkan iman yang kuat serta keyakinan yang mendalam, mustahil kita dapat menghapuskan sifat tersebut pada diri kita masing-masing. Dalam sebuah hadits di ceritakan, dari Haritsah bin Wahab berkata,

"Saya mendengar Rasulullah saw bersabda, "Maukah aku berikan kabar padamu tentang penghuni neraka? yaitu setiap orang yang keras, kasar dan sombong". (HR.Muttafaq Alaihi).

Demikian pembahasan "Wanita Muslimah Itu Tidak Bersifat Sombong", mohon maaf atas kekurangan, jangan lewatkan juga berita terbaru setelah ini, semoga bermanfaat.

Label:

Minggu, 08 September 2013

Wanita Muslimah Harus Senantiasa Bertawadhu

Jadilah.com - Dan Selain tidak boleh bersifat sombong wanita muslimah harus senantiasa bertawadhu, diantara sifat yang harus dimilikinya selain dia berusaha untuk menghapus sifat sombong dari dalam dirinya, dia harus senantiasa bertawadhu' (Merendah Diri). Jadi tidaklah mengherankan jika wanita muslimah yang senantiasa memperhatikan petunjuk serta ajaran agamanya senantiasa bertawadhu' kepada Allah dan sesamanya, yaitu bersikap lemah lembut, lapang dada, sederhana dalam segala urusan, penuh toleransi dan menjauhi semua perbuatan sombong.

Yang demikian itu karena disamping mendapatkan nash-nash yang memberikan ancaman yang berat bagi orang-orang yang sombong, dia juga senantiasa berpegang pada ajaran Allah dan Rasul-Nya yang menekankan untuk selalu bersikap tawadhu', Allah SWT akan menjanjikan akan di berikan derajat yang lebih tinggi dan kehormatan juga kemulyaan disisi-Nya bagi orang yang bertawadhu'. Sebagaimana yang telah diterangkan dalam sebuah hadits berikut ini :

"Tidaklah seseorang itu tawadhu' karena Allah, melainkan Allah akan mengangkatnya". (HR.Imam Muslim) .

Seorang wara' ahli tasawuf, angkatan tabi'ut tabi'in Fudlain bin Iyadl mengatakan, "bahwa orang yang tawadhu' adalah orang yang tunduk dan taat melaksanakan yang baik serta mau menerima kebenaran siapa saja.

Wanita muslimah yang benar-benar menjalani ajaran Rasulullah saw akan menemukan kepribadian yang agung sebagai contoh yang hidup dan sangat istimewa dalam hal bertawadhu' lemah lembut, lapang dada, berahlak mulia, bersahaja dan sederhana dalam segala urusan.

Dan sikap tersebut diberikan dan dicurahkan kepada siapa saja, walaupun beliau seorang nabi, tapi itu semua tidak menjadikan penghalang bagi beliau, karena beliau senantiasa sadar bahwa yang dilakukannya itu hanya semata-mata karena Allah.

Wanita Muslimah Harus Senantiasa Bertawadhu
Para ulama mengkategorikan tawadhu ini menjadi tiga hal, yaitu:
a. Tawadhu' kepada agama, yaitu sikap tidak menentang keterangan-keterangan yang dinukil dari Allah dan Rasul-Nya dan tidak mencela.

b. Tawadhu' kepada sesama muslim, yaitu sikap rela menjadikan sesama Muslim sebagai saudaranya, selama Allah menganggap orang tersebut sebagai hamba-Nya.

c. Tawadhu' kepada yang hak yang datang dari Allah serta tunduk, taat dan patuh pada hukum-hukum-Nya dan tidak membangkang sama sekali.

Demikian pembahasan Wanita Muslimah Harus Senantiasa Bertawadhu, mohon maaf atas kekurangan, dan semoga bermanfaat. Lihat juga artikel terkait lainnya seperti dibawah ini :

Label:

Sederhana Dalam Berpakaian dan Berpenampilan

Jadilah.com - Wanita muslimah  yang sederhana dalam berpakaian dan berpenampilan ini merupakan lanjutan dari pembahasan wanita muslimah harus senantiasa bertawadhu' yang di bahas pada pembahasan sebelumnya. Wanita muslimah yang benar-benar sadar, cerdas dan senantiasa memperhatikan petunjuk serta ajaran-ajaran akan selalu memperhatikan kesederhanaan dalam segala hal, khususnya dalam berpakaian dan berpenampilan. Dimana dia berusaha untuk berpenampilan baik, tidak berlebih-lebihan dan tidak menunjukkan kesombongan.

Dia tidak mau mengikuti orang-orang yang mengajak untuk berlebih-lebihan dalam berpakaian dan berpenampilan dengan mengikuti mode yang tidak mengenal batasan, seperti yang dilakukan oleh wanita-wanita pemboros dan bodoh. Dia juga tidak meremehkan penampilan dan pakaian yang sederhana dan menyenangkan.

Dalam hal itu, dia senantiasa berada dalam batas-batas kesederhaan yang telah dijelaskan dalam firman ALLAH SWT dalam Al-Qur'an Surat Al-Furqan ayat 67. yang artinya: "Dan orang-orang yang apabila dalam membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak pula kikir, Dan adalah pemberian itu di tengah-tengah antara yang demikian (sederhana)". (Al-Qur'an Surat Al-Furqan ayat 67).

Wanita Muslimah benar-benar berhati-hati agar tidak terperangkap pada perbudakkan mode yang di atur oleh toko-toko busana, dan orang-orang yang berdiri di belakangnya, yang tidak percaya kepada kebesaran Allah, dan yang tidak menghendaki kebaikan bagi kaum wanita, terutama wanita muslimah. Karena pada zaman sekarang ini banyak toko-toko busana yang mengikuti mode-mode dunia berat, yang serta minim dan buka-bukaan yang kesemuanya itu tidak pantas bila dikenakan oleh wanita muslim.

Dia akan menghindari hal seperti itu, sebagaimana yang di peringatkan oleh Rasulullah saw, dan menganggapnya sebagai sumber kerusakan, bencana dan kerugian, sebagai berikut:

"Celakalah hamba dinar, hamba dirham, ham kain sutra, hamba beludru. Apabila di beri dia ridha dan jika tidak di beri dia tidak ridha".

Yang demikian itu karena, wanita muslimah memiliki petunjuk agama yang senantiasa melindunginya dari keterperosokan ke jurang kesombongan, kebanggan dan kekaguman pada penampilan dan hal-hal lainnya yang menjadi sumber kerusakan, sebagaimana yang telah di terangkan Rasulullah saw dalam sabdanya:

"Ketika ada orang yang melenggang dengan penuh kecongkakkan, yang kagum pada dirinya sendiri, maka Allah akan mengucapkannya ke bumi, dan dia masih terus tenggelam di dalamnya sampai hari kiamat kelak".

Sesungguhnya wanita muslimah akan menghiasi diri dengan perhiasan yang di halalkan dan keindahan yang telah di syari'atkan. Dia juga akan mngenakan pakaian bagus dan menarik, dengan tidak menyimpang dan berlebih-lebihan. Semuanya itu adalah kebaikan yang di halalkan oleh Allah, dan itu pula yang disebut sebagai kesedderhanaan yang di serukan dan di perintahkan oleh Islam.

Yang demikian itulah yang menjadikan perbedaan yang nyata serta menjadikan tampil beda antara wanita yang senantiasa di selimuti dengan kesederhanaan lagi bijak denga wanita yang berlebih-lebihan dan tidak bisa menggunakan akalnyakaren telah di perbudak oleh dunia modeyang ala kebarat-baratan dan kemewahan.

Wanita muslimah yang sadar akan berpakaian dan berpenampilan sederhana, tidak berlebih-lebihan dalam berhias, berpakaian dan berpenampilan. Sebaliknya, tidak terlalu kikir atau pelit untuk membeli pakaian atau untuk membeli hal-hal yang mendukung terhadap penampilannya atau bahkan sama sekali tidak mau berhias atau berpenampilan baik, dengan anggapan bahwa dengan sikapnya itu dia telah mengabdi kepada Allah dan mendapat Ridha-Nya.

Yang demikian itu karena wanita yang memakai pakaian bagus yang dilandasi kesombongan dan kemewahan serta kecongkakkan atas teman-teman wanitanya yang lain merupakanperbuatan dosa, karena Allah tidak menyukai setiap perbuatan yang sombong lagi membanggakan diri. Sedangkan wanita yang mengenakan pakaian karena untuk mensyukuri ni'mat Allah dan menunjukkan ketaatannya merupakan ketaatan yang akan mendapatkan Ridha-Nya.

Sedangkan wanita yang tidak mau mengenakan pakaian karena sifat kikirnya, maka dia tidak akan mendapatkan tempat dan penghormatan di dalam jiwa oran lain serta tidak akan mendapatkan pahala dari Allah SWT. Akan tetapi bagi wanita yang menolak pakaian bagus yang semata-mata hanya mengharap ridha-Nya, maka dia akan tetap mendapat pahala dari Allah, karena kesederhanaannya itu.

Demikian itulah sikap wanita muslimah yang senantiasa menyadari dan memperhatikan petunjuk agamanya serta berpegang teguh pada hukum-hukum agamanya yang penuh toleransi antara sesamanya. Dimana pakaiannya bersih, bagus, menarik, rapi dan wajar yang di kenakan dengan tujuan untuk memperlihatkan dan mensyukuri ni'mat Allah dengan tidak berlebih-lebihan dan sombong serta senantiasa menonjolkan kesederhaannya.

Oleh karena itu setiap wanita muslimah di tuntut untuk senantiasa menghiasi dirinya dengan kehidupan yang penuh dengan kesederhanaan, karena Allah sendiri sangat membenci orang-orang yang suka berlebih-lebihan. Semoga bermanfaat.

Label:

Menghormati Orang Yang Lebih Tua

Jadilah.com - Dalam bahasan menghormati orang yang lebih tua ini dapat kita ambil salah satu intisari atau pengamalannya yang salah satunya kita bisa mengetahui bagaimana cara menghormati orang tua, atau juga bagi sobat yang tengah mencari inspirasi untuk bahan bahasan naskah pidato pembahasan ini juga bisa di buat sebagai contoh pidato menghormati orang tua.

Dalam ajaran Islam menghormati orang tua dalam Islam banyak di ajarkan juga bagaimana cara menghormati orang yang lebih tua dan juga menghormati kedua orang tua, yang berdasar pada ayat tentang menghormati orang tua, juga berdasar pada hadits menghormati orang tua.

Dalam zaman yang serba modern ini atau era globalisasi, dampak pembangunan sangat bagus karena serba canggih akan tetapi bagi pergaulan sangat rusak karena adanya pergaulan sangat rusak karena adanya pergaulan bebas yang tidak pernah memperhatikan adat kesopan-santunan. Akibatnya tidak adanya rasa hormat yang lebih muda kepada yang lebih tua.

Agama Islam telah datang denga membawa segudang akidah moral yang sangat luhur yang menanamkan kedalam kepribadian manusia kebaikan, kemuliaan, adab sopan santun. Di antara kaidah ahlak yang paling menonjol adalah penghormatan terhadap orang yang lebih tua dan memberikan penghormatan kepada orang yang memiliki keutamaan.

Menghormati Orang Yang Lebih Tua
Wanita Muslimah yang benar-benar sadar dan senantiasa mereguk ajaran-ajaran Islam tidak akan pernah lengah untuk menerapkan kaidah-kaidah dan prinsip Islam yang senantiasa menekankan kepada setiap pemeluknya untuk menerapkan adab sopan santun, yaitu rasa penghormatan yang lebih muda kepada yang lebih tua dan juga memberikan penghormatan kepada orang yang memiliki kemuliaan.

Bagi wanita yang tidak tertanam dalam dirinya sifat tersebut, maka hilanglah keanggotaannyadari umat Islam, sebagaimana yang diterangkan dalam sabda Rasulullah saw berikut ini, yang artinya : "Bukan termasuk golongan umatku yang tidak menghormati orang tua dan menyayangi yang lebih muda di antara kita".

Begitu penting dan mulianya akhlak tersebut yang harus dimiliki oleh setiap kaum Muslim baik laki-laki maupun wanita, agar terciptanya saling hormat antara sesamanya. Oleh karena itu, Rasulullah saw berusaha keras menanamkan makna tersebut kedalam jiwa kaum Muslim secara mendalam, pada saat bersamaan beliau mengangkat kaidah-kaidah masyarakat Islam dan memperkuat tiang-tiang akhlak di dalamnya.

Diantara bukti yang konkrit yang menunjukan terhadap kesungguhan tersebut adalah ucapan beliau kepada Abdurrahman bin sahl, pada suatu saat beliau melihat Abdurrahman berbicara di tengah suatu utusan dia adalah orang yang paling kecil di antara mereka, maka beliau bersabda :

"Orang yang berbicara hendaklah yang lebih besar darinya. Maka Abdurrahman pun diam, lalu bicaralah orang yang lebih besar darinya". (HR.Muttafaq Alaihi).

Wanita Muslimah modern menghormati yang lebih tua dan memuliakan orang yang mempunyai kelebihan tidak lain mengamalkan akhlak mulia, dan amal perbuatannya ini sebagai ibadah, karena menghormati yang lebih tua dan orang yang mempunyai kemuliaan itu merupakan termasuk telah mengagungkan Allah SWT, sebagaimana yang telah di terangkan dalam sabda Rasulullah saw berikut ini:

"Sesungguhnya termasuk mengagungkan Allah ta'ala menghormati orang dan orang yang membaca Al-Qur'an (Menghapal Al-Qur'an) yang tidak mengabaikan dan tidak lupa membacanya, serta menghormati orang yang mempunyai kekuasaan yang adil".


Tidak akan terlupakan dari ingatan wanita Muslimah bahwa menempatkan orang pada kedudukannya itu berarti dia mengetahui kedudukannya dan mendahulukan mereka. Dimana orang-orang yang lebih besar, ulama serta pembawa (penghafal) Al-Qur'an dan yang mempunyai kehormatan di dahulukan, baik mereka itu laki-laki maupun perempuan. Dan dia telah benar-benar menerapkan petunjuk Allah dan Rasul-Nya sebagai seorang Muslim.

Demikian pembahasan "Menghormati Orang Yang Lebih Tua" ini, Semoga bermanfaat.

Label:

Pekerjaan Wanita Yang Sesuai Dengan Fitrah Kewanitaannya

Jadilah.com - Wanita Muslimah yang senantiasa yang senantiasa sadar tidak akan membiarkan suaminya untuk mencari nafkah sendirian, karena dia mengetahui begitu sulitnya mencari nafkah khususnya di jaman sekarang ini. Walaupun semestinya Islam tidak memberikan beban untuk memikul tanggung jawab memberikan nafkah pada dirinya sendiri, tetapi memberikan tanggung jawab tersebut kepada bapak, suami atau salah seorang dari kerabatnya.

Oleh karena itu, wanita muslimah yang benar-benar memperhatikan ajaran-ajaran agamanya tidak akan mencari pekerjaan di luar rumah kecuali jika hal itu benar-benar menghendaki, misalnya karena tidak ada orang yang menanggung hidupnya, atau karena masyarakatnya membutuhkan dirinya melakukan tugas yang sesuai dengan fitrah kewanitaannya, yang menjaga kehormatannya serta memelihara agama dan akhlaknya.

Yang demikian itu karena sengaja Islam membebankan kepada kaum laki-laki untuk memberikan nafkah kepada keluarga serta bertanggung jawab menanggung hidupnya, supaya wanita bisa memfokuskan tugasnya untuk mengurus rumah dan menjadi seorang ibu yang baik, sehingga bisa menjadi penyejuk rumah, penghibur bagi suaminya dan putra-putrinya, dan menjadi penghias yang senantiasa menyenangkan untuk di pandang oleh semua keluarga.

Terjunnya wanita menangani pekerjaan laki-laki dan bergelut dalam kancah kehidupan keras serta berbaur dengan kaum laki-laki untuk bisa menggantikan posisi mereka atau bergabung dengan mereka tanpa adanya kepentingan umum yang mendesaknya, merupakan suatu kesesatan yang nyata sekaligus bencana yang menimpa umat manusia pada masa kekacauan, kejahatan dan kesesatan.

Oleh karena itu Islam sangat menekankan kepada kaum wanita untuk bekerja sesuai dengan kodrat kewanitaannya, bagi wanita yang dalam kehidupannya tidak ada yang menanggungnya, karena hal tersebut dapat menambah kehormatannya di kalangan masyarakat.

Wanita Muslimah
Wanita Muslimah yang senantiasa mendapat pancaran sinar petunjuk Allah dan Rasul-Nya tidak akan pernah ridha untuk masuk ke dalam pekerjaan yang dapat menjadikannya terjerumus kedalam lembah kesesatandan kehancuran itu. Dia tidak mau menjadi barang murahan yang menjadi mainan para pemodal atau menjadi permainan yang menjadi hiburan kaum laki-laki.

Lebih dari itu, Wanita Muslimah akan menolak terhadap kemajuan palsu seperti itu yang menyerukan wanita keluar rumah dengan aurat terbuka dan baju transfaran untuk bekerja dan berdampingan dengan laki-laki di kantor. Dengan sikapnya yang teguh juga bijak, dia telah memberikan pengabdian yang besar bagi masyarakat dan negaranya.

Dia juga menyerukan untuk menolak segala macam bentuk kerusakan akhlak mengabaikan keluarga, bermewah-mewahan, serta mempertahankan kehidupan rumah tangga adalah lebih besaar dari apa yang di hasilkan wanita dari pekerjaannya di luar rumah.

Tidak di ragukan lagi bahwa wanita muslimah yang mereguk manisnya iman dan senantiasa memperhatikan ajaran Kitabullah dan Al-Hadits, serta di bawah bimbingan agamanya telah mengetahui jalannya sendiri dan juga mengetahui kemana harus melangkahkan kakinya, setelah mengetahui perbedaan besar anata hukum Allah dan hukum jahiliyah.

Dimana dia memilih hukum Allah dengan tidak menghiraukan seruan jahiliyahyang selalu terdengar dari waktu kewaktu dan dimana saja berada, ssebagaimana yang telah di ajarkan berikut ini :

"Apakah kaum jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik dari pada hukum Allah bagi orang-orang yang yakin?" .

Demikian bahasan Wanita Muslimah Harus Memilih Pekerjaan Yang Sesuai Dengan Fitrah Kewanitaannya ini kami informasikan. Semoga bermanfaat.

Label:

Pernikahan Dalam Islam

Jadilah.com - Pada zaman sekarang ini banyak laki-laki dan wanita melakukan hubungan diluar pernikahan, hal tersebut diakibatkan karena adanya pergaulan bebas antara laki-laki dan wanita yang bukan muhrim. Oleh karena itu bagi wanita Muslimah yang benar-benar sadar akan menghindari bergaulan bebas tersebut dengan laki-laki yang bukan muhrimnya.

Dalam Islam pernikahan merupakan suatu aqad (perjanjian) yang diberkahi antara seorang laki-laki dan seorang wanita, dan dengannya di halalkan bagi laki-laki dan wanita untuk melakukan hubungan yang sebelumnya diharamkan. Dengan pernikahan itu keduanya mulai mengarungi bahtera rumah tangga, yang diwarnai rasa cinta, penuh kasih sayang, saling pengertian, penuh toleransi dan masing-masing saling memberikan ketenangan bagi yang lainnya, sehingga dalam mengarungi bahtera rumah tangga keduanya mendapat ketenangan, ketentraman dan kenikmatan hidup.

Alquran telah melukiskan hubungan syar'i antara seorang laki-laki dan seorang wanita ini dengan gambaran yang penuh kelembutan, yang didalamnya tersebar nilai-nilai cinta, keharmonisan, kepercayaan, saling pengertian dan penuh kasih sayang.

sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Ar-rum ayat 21 :

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Artinya :
“Dan di antara ayat-ayat-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu merasa nyaman kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu mawadah dan rahmah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir”. (Ar-Rum 21).

Demikian itulah hubungan Allah yang sangat erat dan kuat yang di ikatkan oleh Allah antara dua jiwa suami istri yang muslim, sehingga mereka bertemu dalam nuansa kecintaan, saling pengertian, saling tolong menolong dan saling menasehati. Kemudian mereka membangun sebuah keluarga Muslim, yang menjadi tempat tumbuhnya generasi-generasi penerus yang telah dibubuhi dengan akhlaqul-karimah yang telah diajarkan oleh Islam.

Karena keluarga muslim atau keluarga yang baik adalah merupakan fondasi bagi bangunan masyarakat muslim, yang anggota-anggotanya terdiri dari orang-orang yang sangat produktif dan konstruktif, yang selalu tolong menolong dalam hal kebaikan dan ketaqwaan dan senantiasa berlomba-lomba dalam menjalankan amal kebaikan atau amal shalih.

Pernikahan Dalam Islam
Wanita yang shalihah merupakan tiang keluarga, penyangganya yang sangat kuat, sekaligus perhiasan pertama bagi kehidupan orang laki-laki, bahkan dia merupakan perhiasan yang terbaik dalam kehidupan ini. dimana dalam hal ini wanita sangat berperan penting dalam menciptakan suasana rumah tangga yang harmonis dan juga sangat menentukan terhadap terciptanya generasi penerus yang pintar, cerdas dan berakhlaqul-karimah.

Dimana jika wanita itu cerdas dan berakhlaq baik maka akan menghasilkan generasi yang baik pula dan sebaliknya jika wanita itu bodoh dan berakhlaq jelek akan menghasilkan generasi yang bodoh dan berakhlaq jelek pula. Karena itu wanita yang shalihah di umpamakan sebagai perhiasan. Sebagai mana sabda Nabi saw :

yang artinya :

"Dunia ini perhiasan, dan sebaik-baik perhiasannya adalah wanita shalihah".

Wanita shalihah merupakan nikmat Allah SWT. tersbesar bagi kaum laki-laki, dimana dia akan merasa tenang padanya dari persaingan kehidupan dan dari cengkramannya. Disisinya dia akan mendapatkan ketentraman, kebahagiaan ketenangan dan keni'matan yang tidak akan terkalahkan oleh keni'matan hidup yang lainnya.

Kemudian bagaimanakah seorang wanita bisa menjadi perhiasan terbaik dalam kehidupan ini, menjadi seorang istri yang berhasil dan mencapai kedudukan tinggi, dicintai dan di banggakan serta di sayangi? Inilah yang akan kami ulas selanjunya. Ikuti pada tulisan di postingan kami selanjutnya. Sumber : Buku "Figur wanita Penghuni Surga". Semoga bermanfaat.

Label:

Jumat, 06 September 2013

Ada Hikmah Dibalik Musibah

Jadilah.com - Sesungguhnya di balik semua musibah itu terdapat hikmah dan pelajaran yang banyak bagi kita yang bersabar dan menyerahkan semuanya kepada Allah, fakta itu bukan sekedar wacana atau teori kosong. Namun manusia selalu merasa bahwa semua yang di alaminya itu miliknya, maksudnya adalah ketika masalah tengah terjadi manusia justru lebih mengantar rasanya; takut, bimbang, galau, dan lain-lain.

Yang justru semua rasa itu adalah pembekron antara manusia itu dengan Tuhannya (Allah). Ala hasil hanya kekecewaanlah yang didapatkannya, kenapa? karena saat itu hanya rasa yang ia agungkan, bukan Allah. Baiknya berbaiksangkalah pada apapun yang tengah terjadi, karena semua musibah adalah cara Tuhan (Allah) untuk berkomunikasi dengan umat-Nya. Yakinlah!

Dan diantara hikmah yang bisa kita petik antara lain adalah: Musibah akan mendidik jiwa dan mensucikannya dari dosa dan kemaksiatan, Mendapatkan kebahagiaan (pahala) tak terhingga di akhirat, sebagai parameter kesabaran seorang hamba, dapat memurnikan tauhid dan menautkan hati kepada Allah dan memunculkan berbagai macam ibadah yang menyertainya. Dapat mengikis sikap sombong, ujub dan besar kepala, Memperkuat harapan (raja’) kepada Allah, Merupakan indikasi bahwa Allah menghendaki kebaikan. Allah tetap menulis pahala kebaikan yang biasa dilakukan oleh orang yang sakit. Dengan adanya musibah seseorang akan mengetahui betapa besarnya nikmat keselamatan dan 'afiyah. Pada dasarnya merupakan sesuatu yang begitu akrab dengan kehidupan kita.

Adakah orang yang tidak pernah mendapatkan musibah? Tentu tak ada. Musibah bisa juga diartikan juga sebagai salah satu bentuk ujian yang diberikan Allah kepada manusia. la adalah sunnatullah yang berlaku atas para hamba-Nya. la bukan berlaku pada orang-orang yang lalai dan jauh dari nilai-nilai agama saja. Namun ia juga menimpa orang-orang mukmin dan orang-orang yang bertakwa. Bahkan, semakin tinggi kedudukan seorang hamba di sisi Allah, maka semakin berat ujian dan cobaan yang diberikan Allah I kepadanya. Karena Dia akan menguji keimanan dan ketabahan hamba yang dicintai-Nya.

Sebagai contoh, bangsa kita tercinta yang dirundung dan didera dengan berbagai musibah, mulai dari gelombang tsunami, lumpur lapindo, flu burung, busung lapar, gizi buruk, harga melonjak ditambah seabreg permasalahan nasional yang tak kunjung teratasi, akan tetapi sayangnya sedikit yang bisa mengambil hikmah dari musibah yang sedang kita derita. Ujian yang semestinya mendongkrak kualitas keimanan dan mengantar pada keberkahan temyata sering membawa kepada murka Allah. Tak lain karena orang yang terkena musibah tak mampu bersikap benar saat menghadapinya. Sesungguhnya di balik musibah itu terdapat hikmah dan pelajaran yang banyak bagi mereka yang bersabar dan menyerahkan semua urusannya kepada Allah I yang telah mentakdirkan itu semua untuk hamba-Nya.

Berikut dibawah ini diantara hikmah yang bisa kita petik ketika kita bisa mengendalikan diri saat dilanda musibah, antara lain adalah:

1. Musibah akan mendidik jiwa dan menyucikannya dari dosa dan kemaksiatan.

Allah Ta'ala berfirman:

وَمَآأَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُوا عَن كَثِيرٍ
artinya, “Apa saja musibah yang menimpa kamu maka disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS asy Syura: 30)

Dalam ayat ini terdapat kabar gembira sekaligus ancaman jika kita mengetahui bahwa musibah yang kita alami adalah merupakan hukuman atas dosa-dosa kita. Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu bahwa Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: ”Tidak ada penyakit, kesedihan dan bahaya yang menimpa seorang mukmin hinggga duri yang menusuknya melain-kan Allah akan mengampuni kesalahan-kesalahannya dengan semua itu.” (HR. Bukhari).

Dalam hadits lain beliau bersabda: “Cobaan senantiasa akan menimpa seorang mukmin, keluarga, harta dan anaknya hingga dia bertemu dengan Allah dalam keadaan tidak mempunyai dosa.” Sebagian ulama salaf berkata, “Kalau bukan karena musibah-musibah yang kita alami di dunia, niscaya kita akan datang di hari kiamat dalam keadaan pailit.”

2. Mendapatkan kebahagiaan (pahala) tak terhingga di akhirat.

Itu merupakan balasan dari musibah yang diderita oleh seorang hamba sewaktu di dunia, sebab kegetiran hidup yang dirasakan seorang hamba ketika di dunia akan berubah menjadi kenikmatan di akhirat dan sebaliknya. Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda, ”Dunia adalah penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir.” Dan dalam hadits lain disebutkan, ”Kematian adalah hiburan bagi orang beriman.” (HR .Ibnu Abi ad Dunya dengan sanad hasan).

3. Sebagai parameter kesabaran seorang hamba.

Sebagaimana dituturkan, bahwa seandainya tidak ada ujian maka tidak akan tampak keutamaan sabar. Apabila ada kesabaran maka akan muncul segala macam kebaikan yang menyertainya, namun jika tidak ada kesabaran maka akan lenyap pula kebaikan itu.

Anas Radhiallaahu anhu meriwayatkan sebuah hadits secara marfu’, “Sesungguhnya besarnya pahala tergantung pada besarnya cobaan. Jika Allah mencintai suatu kaum maka Dia akan mengujinya dengan cobaan. Barang siapa yang ridha atas cobaan tersebut maka dia mendapat keridhaan Allah dan barang siapa yang berkeluh kesah (marah) maka ia akan mendapat murka Allah.” Apabila seorang hamba bersabar dan imannya tetap tegar maka akan ditulis namanya dalam daftar orang-orang yang sabar. Apabila kesabaran itu memunculkan sikap ridha maka ia akan ditulis dalam daftar orang-orang yang ridha. Dan jikalau memunculkan pujian dan syukur kepada Allah maka dia akan ditulis namanya bersama-sama orang yang bersyukur. Jika Allah mengaruniai sikap sabar dan syukur kepada seorang hamba maka setiap ketetapan Allah yang berlaku padanya akan menjadi baik semuanya.

Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda, “Sungguh menakjubkan kondisi seorang mukmin, sesungguhnya semua urusannya adalah baik baginya. Jika memperoleh kelapangan lalu ia bersyukur maka itu adalah baik baginya. Dan jika ditimpa kesempitan lalu ia bersabar maka itupun baik baginya (juga).”

4. Dapat memurnikan tauhid dan menautkan hati kepada Allah.

Wahab bin Munabbih berkata, “Allah menurunkan cobaan supaya hamba memanjatkan do’a dengan sebab bala’ itu.” Dalam surat Fushilat ayat 51 Allah berfirman,

وَإِذَآ أَنْعَمْنَا عَلَى اْلإِنسَانِ أَعْرَضَ وَنَئَا بِجَانِبِهِ وَإِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ فَذُو دُعَآءٍ عَرِيض
artinya, “Dan apabila Kami memberikan nikmat kepada manusia, ia berpaling dan menjauhkan diri; tetapi apabila ia ditimpa malapetaka maka ia banyak berdo’a.”

Musibah dapat menyebabkan seorang hamba berdoa dengan sungguh-sungguh, tawakkal dan ikhlas dalam memohon. Dengan kembali kepada Allah (inabah) seorang hamba akan merasakan manisnya iman, yang lebih nikmat dari lenyapnya penyakit yang diderita. Apabila seseorang ditimpa musibah baik berupa kefakiran, penyakit dan lainnya maka hendaknya hanya berdo’a dan memohon pertolongan kepada Allah saja sebagiamana dilakukan oleh Nabi Ayyub A.S yang berdoa, “Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Rabbnya, ”(Ya Rabbku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang”. (QS. Al Anbiyaa :83)

5. Memunculkan berbagai macam ibadah yang menyertainya.

Di antara ibadah yang muncul adalah ibadah hati berupa khasyyah (rasa takut) kepada Allah. Berapa banyak musibah yang menyebabkan seorang hamba menjadi istiqamah dalam agamanya, berlari mendekat kepada Allah menjauhkan diri dari kesesatan.

6. Dapat mengikis sikap sombong, ujub dan besar kepala.

Jika seorang hamba kondisinya serba baik dan tak pernah ditimpa musibah maka biasanya ia akan bertindak melampaui batas, lupa awal kejadiannya dan lupa tujuan akhir dari kehidupannya (Purwadaksi). Akan tetapi ketika ia ditimpa sakit, mengeluarkan berbagai kotoran, bau tak sedap, dahak dan terpaksa harus lapar, kesakitan bahkan mati, maka ia tak mampu memberi manfaat dan menolak bahaya dari dirinya. Dia tak akan mampu menguasai kematian, terkadang ia ingin mengetahui sesuatu tetapi tak kuasa, ingin mengingat sesuatu namun tetap saja lupa. Tak ada yang dapat ia lakukan untuk dirinya, demikian pula orang lain tak mampu berbuat apa-apa untuk menolongnya. Maka apakah pantas baginya menyombongkan diri di hadapan Allah dan sesama manusia?

7. Memperkuat harapan (raja’) kepada Allah.

Harapan atau raja’ merupakan ibadah yang sangat utama, karena menyebabkan seorang hamba hatinya tertambat kepada Allah dengan kuat. Apalagi orang yang terkena musibah besar, maka dalam kondisi seperti ini satu-satunya yang jadi tumpuan harapan hanyalah Allah semata, sehingga ia mengadu: “Ya Allah tak ada lagi harapan untuk keluar dari bencana ini kecuali hanya kepada-Mu.” Dan banyak terbukti ketika seseorang dalam keadaan kritis, ketika para dokter sudah angkat tangan namun dengan permohonan yang sungguh-sungguh kepada Allah ia dapat sembuh dan sehat kembali. Dan ibadah raja’ ini tak akan bisa terwujud dengan utuh dan sempurna jika seseorang tidak dalam keadaan kritis.

8. Merupakan indikasi bahwa Allah menghendaki kebaikan.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah secara marfu’ bahwa Rasulullah bersabda, ”Barang siapa yang dikehen-daki oleh Allah kebaikan maka Allah akan menimpakan musibah kepadanya.” (HR al Bukhari). Seorang mukmin meskipun hidupnya sarat dengan ujian dan musibah namun hati dan jiwanya tetap sehat.

9. Allah tetap menulis pahala kebaikan yang biasa dilakukan oleh orang yang sakit.

Meskipun ia tidak lagi dapat melakukannya atau dapat melakukan namun tidak dengan sem-purna. Hal ini dikarenakan seandainya ia tidak terhalang sakit tentu ia akan tetap melakukan kebajikan tersebut, maka sakinya tidaklah menghalangi pahala meskipun menghalanginya untuk melakukan amalan. Hal ini akan terus berlanjut selagi dia (orang yang sakit) masih dalam niat atau janji untuk terus melakukan kebaikan tersebut. Dari Abdullah bin Amr dari Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam, ”Tidak seorangpun yang ditimpa bala pada jasadnya melainkan Allah memerintah-kan kepada para malaikat untuk menjaganya, Allah berfirman kepada malaikat itu, “Tulislah untuk hamba-Ku siang dan malam amal shaleh yang (biasa) ia kerjakan selama ia masih dalam perjanjian denganKu.” (HR. Imam Ahmad dalam Musnadnya)

10. Dengan adanya musibah seseorang akan mengetahui betapa besarnya nikmat keselamatan dan 'afiyah.

Jika seseorang selalu dalam keadaan senang dan sehat maka ia tidak akan mengetahui derita orang yang tertimpa cobaan dan kesusahan, dan ia tidak akan tahu pula besarnya nikmat yang ia peroleh. Maka ketika seorang hamba terkena musibah, diharapkan agar ia bisa betapa mahalnya nikmat yang selama ini ia terima dari Allah.

Hendaknya seorang hamba bersabar dan memuji Allah ketika tertimpa musibah, sebab walaupun ia sedang terkena musibah sesungguhnya masih ada orang yang lebih susah darinya, dan jika tertimpa kefakiran maka pasti ada yang lebih fakir lagi. Hendaknya ia melihat musibah yang sedang diterimanya dengan keridhaan dan kesabaran serta berserah diri kepada Allah Dzat yang telah mentakdirkan musibah itu untuknya sebagai ujian atas keimanan dan kesabarannya. Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menukil ucapan ‘Ali bin Abu Thalib radhiallahu 'anhu: “Tidaklah turun musibah kecuali dengan sebab dosa dan tidaklah musibah diangkat oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala kecuali dengan bertobat.” (Al-Jawabul Kafi hal. 118).

Oleh karena itulah marilah kita kembali kepada Allah dengan bertaubat dari segala dosa dan khilaf serta menginstropeksi diri kita masing-masing, apakah kita termasuk orang yang terkena musibah sebagai cobaan dan ujian keimanan kita ataukah termasuk mereka- wal'iyadzubillah- yang sedang disiksa dan dimurkai oleh Allah karena kita tidak mau beribadah dan banyak melanggar larangan-larangan-Nya. Refrensi: Min fawaidil maradh - Darul Wathan.

Ada Hikmah Dibalik Musibah
Demikian sedikit ulasan mengenai Ada Hikmah Dibalik Musibah. Jadi selalu berbaik sangkalah pada Allah, dan yakinlah bahwa apapun yang terjadi manis atau pahit sekalipun itu tidak terlepas dari Rahman dan Rahim-NYA. Karena Allah punya cara lain ngasih jalan. Dan apapun bentuk yang terjadi itu adalah cara Allah untuk berkomunikasi dengan Umat-NYA. Semoga bermanfaat.

Label:

Selasa, 03 September 2013

Kiat Dan Tips Memilih Istri Menurut Ajaran Islam

Jadilah.com - Sebelumnya kami ucapkan terima kasih untuk semua sumber yang telah memberikan bantuan secara langsung maupun tidak langsung atas artikel ini. Karena selain menjadi inspirasi buat saya sendiri juga saya yakin artikel ini banyak di butuhkan publik yang tentunya yang membutuhkannya.

Dalam pembahasan ini akan membawa bahan bahasan mengenai bagaimana islam mengajarkannya kepada semua umat muslim dalam memilih dan menentukan calon istri untuk teman hidup sepanjang hidupnya.

Dalam memilih isteri, Islam mengajarkan kepada kaum lelaki muslim ‎untuk memperhatikan dua hal esensial, yaitu:

1) silsilah keturunan ‎calon isteri, dan
2) lingkungan tempat wanita itu hidup.

Berikut sejauh mana ‎lingkungan tersebut berpengaruh pada kepribadiannya.
Rasulullah Saw bersabda : "Pandai-pandailah memilih calon isteri karena saudara isteri ‎akan menurunkan sifat dan karakternya pada anak kalian". Dan dalam pitutur lain Rasulullah Saw berujar: Pilihlah dengan benar wanita yang akan mengandung ‎anakmu karena unsur keturunan sangat berpengaruh pada anak. Rasulullah menganjurkan untuk memilih isteri dari keluarga yang ‎memiliki sifat-sifat terpuji, karena keluarga yang baik akan ‎membentuk karakter yang baik pula pada diri wanita tersebut.

‎Islam juga menekankan untuk memilih isteri dari lingkungan sosial ‎yang bersih, karena lingkungan yang baik akan memberikan ‎pengaruh yang baik pula kepada wanita tersebut. Sebaliknya, Islam ‎melarang kaum lelaki memilih isteri dari lingkungan yang ‎buruk. Dalam hadis disebutkan, bahwa Rasul Saw melarang ‎untuk mempersunting wanita cantik yang hidup di lingkungan yang ‎sesat.

Beliau bersabda :
Berhati-hatilah terhadap wanita cantik yang hidup di ‎lingkungan yang tidak baik.
Ajaran Islam juga melarang laki-laki menikahi wanita pezina. Sabda Nabi: Jangan sekalipun kalian menikahi wanita yang terang-‎terangan berzina. Juga wanita yang tidak sehat secara mental dan psikologis. Sebab, dikhawatirkan anak yang akan ‎dilahirkannya akan mewarisi kegilaan ibunya. Ketika Rasul Saw ditanya, perihal menikahi wanita yang cacat mental, beliau menjawab: Jangan!

Ali bin Abi Thalib Ra mengingatkan kepada para pria Muslim untuk tidak menikahi wanita dungu, ‎karena dikhawatirkan anak yang bakal dilahirkannya akan mewarisi ‎kedunguannya. Selain itu, wanita dungu tidak akan mampu ‎mendidik anak dengan baik dan benar. Ali Ra berujar: Jangan sekalipun kalian mengawini wanita dungu karena ‎bergaul dengan wanita seperti itu merupakan petaka bagi seseorang ‎dan anak yang dilahirkan bakal tidak berguna. Tatkala salah seorang sahabat berkonsultasi kepada Rasul Saw perihal kriteria dasar calon istri, beliau menjawab tegas: Nilai keimanan dan loyalitas keagamaan harus dijadikan acuan utama memilih pendamping hidup. Dalam sebuah riwayat dituturkan, bahwa suatu hari, seseorang datang menemui ‎Rasul Saw dan meminta nasehat darinya tentang ‎perkawinan. Rasul saw bersabda: Pilihlah wanita yang loyal kepada agamanya, niscaya engkau ‎akan bahagia” (HR Muslim).

Memilih pesangan hidup harus memprioritaskan masalah agama di atas ‎harta dan kecantikan wanita. Karenanya Rasul Saw mengingatkan: Jika lelaki mengawini seorang wanita karena kecantikan ‎atau hartanya, ia tidak bakal mendapatkan apa yang ia cari itu. Tetapi bila ia ‎mengawininya karena agamanya, Allah pasti akan memberinya ‎kecantikan dan harta” (HR Turmudzi). Seorang pria harus memilih wanita salehah dan dari klan keluarga baik-baik untuk pendamping hidupnya, sebab wanita yang berasal dari keturunan yang baik dan dibesarkan di ‎lingkungan keluarga yang beriman, akan menjadi wanita yang taat ‎beragama. Wanita seperti inilah yang kelak jika bersuami dapat mendidik anak-anaknya ‎sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Islam.

Para pria yang hendak menyunting wanita untuk pendamping hidupnya, hendaknya menentukan pilihannya kepada wanita yang bisa mengantarkannya atau menjadi mitra hidupnya, untuk meraih kebahahiaan abadi di negeri akhirat (surga Allah), sebagaimana pitutur Rasul Saw: Jika wanita salat lima waktunya, berpuasa di bulannya, menjaga kemaluannya dan mentaati suaminya, maka kelak akan dikatakan kepadanya:‘Masuklah ke dalam surga dari pintu surga mana saja yang kamu sukai’ (HR Ibnu Hibban dan Thabrani). Sebaliknya, hendaknya para lelaki tidak menikahi wanita jahat. Dalam sebuah riwayat dituturkan: Kejahatan seorang wanita jahat adalah seperti jahatnya seribu orang jahat dari kaum lelaki. Kebaikan seorang wanita yang salehah adalah sepadan dengan amal saleh tujuh puluh orang-orang shiddiqin.

Dalam sebuah riwayat ditandaskan, Rasulullah Saw bersabda tentang wanita yang digaransi (dijamin) masuk surga, yaitu:

1) Wanita yang memelihara dirinya, taat kepada Allah dan suami, subur (bisa mempunyai anak) serta sabar;

2) Menerima apa yang ada—pemberian suami—walaupun sedikit, dan bersifat pemalu;

3) Jika suaminya pergi, ia menjaga dirinya dan harta suaminya;

4) Wanita yang ditinggal mati suaminya, sedangkan ia mempunyai anak yang masih kecil-kecil lalu ia menahan dirinya, memelihara dan mendidik anak-anaknya, serta berbuat baik terhadap mereka dan tidak mau nikah lagi karena takut menyia-siakan mereka.

Rasulullah Saw juga mewartakan tentang wanita yang kelak menjadi penghuni neraka, yaitu:

1) Wanita yang jelek lisannya terhadap suami, jika suaminya pergi, ia tidak menjaga dirinya. Jika suaminya di rumah, ia menyakiti suaminya dengan ucapannya;

2) Wanita yang membebani suami (dengan tuntutan) yang suami tidak mampu melakukannya;

3) Wanita yang tidak menutup dirinya dari lelaki lain dan ia keluar dari rumahnya dengan berhias;

4) Wanita yang sama sekali tidak memiliki keinginan kecuali makan, minum, dan tidur. Ia tidak memiliki gairah untuk mengerjakan salat, untuk mentaati Allah Azza wa Jalla, mentaati Rasul, serta tidak mentaati suaminya. Maka jika ada wanita memiliki sifat-sifat tersebut, ia adalah wanita terlaknat, serta bakal menjadi penghuni neraka Allah, kecuali jika ia bertaubat.

Rasulullah Saw mewartakan karakteristik dasar wanita baik yang layak dijadikan mitra hidup, guna mengarungi bahtera kehidupan di alam wujud ini. Diantara karakter dasar pasangan hidup yang baik itu ialah:

Pertama:
Menyejukkan hati apabila dipandang. Dalam sebuah hadis riwayat Abu Umamah al-Bahiliy dituturkan: Bagi seorang Mukmin laki-laki, sesudah takwa kepada Allah, maka tidak ada sesuatu paling berguna bagi dirinya selain istri yang saleh, yaitu wanita yang taat bila diperintah, melegakan bila dilihat, beramanah bila diberi janji, dan menjaga kehormatan dirinya dan suaminya ketika suaminya pergi (HR Ibnu Majah).

Kedua:
Bisa dipercaya. Sa’ad bin Abi Waqas meriwayatkan, bahwasanya Rasul Saw bersabda: Ada tiga macam keberuntungan di dunia ini, yaitu istri yang salehah, kalau kamu lihat melegakan dan kalau kamu tinggal pergi ia amanah serta menjaga kehormatan dirinya dan hartamu; kuda yang penurut dan cepat larinya sehingga dapat membawa kamu menyusul temen-temanmu; rumah besar yang banyak didatangi tamu-tamu (HR Hakim).

Ketiga: 
Memendarkan nuansa teduh dan ketenangan pikir. Allah Azza wa Jalla mewartakan dalam Alquran: Di antara tanda kekuasaan-Nya yaitu Dia menciptakan pasangan untuk diri kamu dari jenis kamu sendiri, agar kamu dapat memperoleh ketenangan bersamanya dan Dia menjadikan rasa cinta dan kasih sayang antara kamu. Sungguh di dalam hal yang demikian itu merupakan tanda-tanda (kekuasaan) bagi kaum yang berpikir (QS al-Rum/30: 21).

Keempat:
Menjadi motivator ibadah dan meneguhkan aqidah. Rasul Saw bersabda: Barangsiapa diberi oleh Allah istri yang salehah, maka sesungguhnya ia telah diberi pertolongan oleh Allah meraih separuh agamanya. Kemudian hendaklah ia bertakwa kepada Allah di dalam memelihara separuh lainnya (HR Thabrani dan Hakim).

Kiat Dan Tips Memilih Istri Menurut Ajaran Islam
Ajaran Islam memberi tuntunan terbaik kepada para lelaki di dalam menjatuhkan pilihannya kepada wanita yang hendak dijadikan pendamping hidup, agar pernikahannya membuahkan berkah hidup dan kehidupan dunia akhirat. Adapun kriteria wanita baik yang patut dijadikan istri, sebagaimana diajarkan Alquran dan Sunnah Nabi ialah:

1. ‎Wanita yang memiliki rasa takut kepada Allah (bertakwa);

2. ‎Wanita yang memiliki keimanan jernih kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari kiamat, dan beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk;‎

3. ‎Wanita yang tulus bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, ‎bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, ‎mendirikan salat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadan, ‎dan naik haji bagi yang mampu;‎

4. ‎Wanita yang berkepribadian ihsanah, yaitu beribadah kepada Allah seakan-akan melihat Allah, ‎jika dia tidak dapat melihat Allah, dia mengetahui bahwa Allah ‎melihat dirinya;‎

5. ‎Wanita yang tulus ikhlas beribadah semata-mata kepada Allah, tawakal kepada ‎Allah, mencintai Allah dan Rasul-Nya, takut terhadap azab Allah, ‎mengharap rahmat Allah, bertaubat kepada-Nya, dan bersabar atas ‎segala takdir-takdir Allah serta mensyukuri segala kenikmatan yang ‎diberikan kepadanya;‎

6. ‎Wanita yang gemar membaca dan mendaras Alquran, serta berusaha memahami kandungan isinya, berzikir ‎mengingat Allah ketika sendiri atau bersama banyak orang dan ‎berdoa kepada Allah semata;‎

7. ‎Wanita yang tegak menghidupkan amar makruf dan nahi munkar pada keluarga maupun lingkungan ‎masyarakatnya;‎

8. ‎Wanita yang teguh berbuat baik kepada tetangga, anak yatim, fakir miskin, ‎dan seluruh makhluk, serta berbuat baik terhadap hewan ternak ‎yang dia miliki;‎

9. ‎Wanita yang senang menyambung tali persaudaraan terhadap orang yang ‎memutuskannya, memberi kepada orang, menahan pemberian ‎kepada dirinya, dan memaafkan orang yang menzaliminya;‎

10. ‎Wanita yang rajin berinfak, baik ketika lapang maupun dalam keadaan sempit, ‎menahan amarah dan memaafkan manusia;‎

11. ‎Wanita yang senantiasa menegakkan sendi-sendi keadilan, serta berlaku adil dalam segala perkara dan bersikap adil terhadap seluruh ‎makhluk;‎

12. ‎Wanita yang eksis menjaga lisannya dari perkataan dusta, tidak bersaksi maupun berjanji palsu dan tidak ‎menceritakan kejelekan orang lain (ghibah);‎

13. ‎Wanita yang menepati janji dan amanah yang diberikan kepadanya;‎

14. Wanita yang selalu berbakti kepada kedua orang tuanya, dan suaminya jika telah menikah;‎

15. ‎Wanita yang suka menyambung silaturahmi dengan karib kerabatnya, sahabat ‎terdekat dan terjauh.‎

Demikian Kiat Dan Tips Memilih Istri Menurut Ajaran Islam ini, semoga bisa menyimpan manfaat untuk semuanya khususnya anda para pembaca dan pengunjung blog ini.

Label: , , ,

Sabtu, 13 Juli 2013

Hal-hal Yang Membatalkan Puasa Ramadhan

Menunaikan ibadah puasa merupakan suatu kewajiban, seperti halnya yang terdapat dalam Perintah Puasa dalam Al Quran Surat Al Baqarah Ayat 183. Kemudian, dalam menunaikan ibadah puasa tentu harus tahu Syarat Wajib Puasa dan Rukun Puasa, karena bukan hanya sekedar menahan lapar dan dahaga saja, tapi banyak hal-hal yang harus di ketahui terlebih dahulu.

Datangnya Bulan Suci Ramadhan sangat di nantikan oleh semua umat Islam, karena banyak Keistimewaan dalam Bulan Ramadhan dan juga Hikmah Puasa Ramadhan. Nah, pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai Hal-hal yang membatalkan Puasa. Hal yang membatalkan puasa, yaitu:

Hal-hal Yang Membatalkan Puasa Ramadhan
1. Makan Dan Minum Dengan Sengaja.
Memasukan makanan atau minuman ke dalam mulut biarpun sedikit saat sedang puasa termasuk benda lain seperti pulpen, kerikil yang sengaja di masukan dalam mulut lalu ditelan saat menjalankan puasa bisa membatalkan puasa

2. Bersenggama siang hari.
Melakukan hubungan suami istri saat puasa, mulai dari terbit fajar (setelah sahur) maka bisa membatalkan puasa, kalau Cuma mencium istri tidak menyebabkan puasa batal asal jangan sampa keluar sperma, karena hal itu sama dengan mengeluarkan sperma dengan sengaja.

3. Mengeluarkan sperma dengan sengaja (dikocok).
Mengeluarkan sperma (air mani) dengan sengaja bisa membatalkan puasa seperti (mengocok) lalu keluar sperma atau seperti mencium istri yang bisa menyebabkan keluarnya sperma dan sebagainya.

4. Muntah Disengaja.
Keluar muntah yang disengaja juga bisa merusak puasa seperti mulut dicolok sampai mual lalu muntah, atau sebab lain yang disengaja agar muntah kecuali mabuk perjalanan dan tidak sengaja

5. Haid Dan Nifas.
Keluarnya darah haid bagi wanita termasuk darah nifas (melahirkan) tidak boleh berpuasa karena puasanya tidak sah dengan kondisi seperti itu

6. Merokok.
Merukok juga tidak diperkenankan saat puasa, karena sama dengan memasukan sesuatu dalam mulut bahkan bisa menimbulkan kenikmatan

7. Murtad.
Murtad (orang yang keluar dari islam)

8. Memasukan Suntikan (Berupa Makanan).
Dalam hal ini ada banyak pendapat, meskipun suntikan ini tidak dimasukan melalui mulut namun jika suntikan itu berupa makanan yang tujuannya untuk meberikan makanan yang bersifat menyegarkan dan mengenyangkan bisa merusak puasa.

9. Memasukan Air Drai Dubur (lubang Belakang).
Hal yang masuk kedalam perut baik melalui mulut atau dubur tidak diperbolehkan seperti kentut dalam air dengan sengaja bisa menyebabkan air masuk

Nah itulah bagian dari hal-hal yang bisa membatalkan puasa ramadhan, dapatkan juga informasi selanjutntnya pada postingan yang akan hadir berikutnya. Semoga bermanfaat.

Label:

Hal Yang Tidak Membatalkan Puasa dan Sebaliknya

Hal Yang Tidak Membatalkan Puasa ini merupakan sinonim dari pada pembahasan sebelumnya yang membahas Hal-hal Yang Membatalkan Puasa Ramadhan. Selain itu berkaitan juga dengan artikel lainnya, seperti pada "Orang Yang Boleh Meninggalkan Puasa Ramadhan". dan juga pada Syarat Wajib Puasa dan Rukun Puasa. Dengan mengetahui cara dan rukun-rukun puasa kita bisa lebih khusu menunaikannya.

Lebih lagi bila kita mengetahui dasar hukum kenapa puasa di bulan ramadhan di wajibkan seperti yang tersurat pada Al Qur'an Surat Al Baqarah, atau dalam Perintah Puasa dalam Al Quran. Dan bisa lebih semangat lagi dalam menjalankannya ketika kita mengetahui tentang keistimewaan Bulan Ramadhan.

Hal Yang Tidak Membatalkan Puasa Ramadhan / Tidak Membatalkan Pahala Puasa:
  • Menggosok gigi (asal sisa gosokan tidak ditelan)
  • Menyicip makanan saat memasak tapi jangan ditelan (hati-hati).
  • Menelan ludah.
  • Muntah tapi tidak sengaja.
  • Mengeluarkan sperma tanpa sengaja seperti bermimpi.
  • Mengeluarkan darah dari luka yang tidak disengaja, kecuali jika darah yang keluar banyak dan membuat badan terasa lemas dan pusing).
  • Kumur-kumur siang hari (hati-hati).
Hal Yang Tidak Membatalkan Puasa Ramadhan dan Sebaliknya
Hal yang mengurangi/membatalkan pahala puasa :
  • Berkata Bohong (Berdusta).
  • Membicarakan orang lain atau menggunjing.
  • Memberikan kesaksian palsu saat berpuasa.
  • Membicarakan hal hal yang keji/kotor (Rafats) seperti berbicara seputar sek, termasuk sumpah serapah atau ucapan kotor yang timbul akibat amarah.
  • Laghwu ( ucapan yang tidak beranfaat).
  • Shakhab (ucapan keras) dalam bertikaian.
  • Bertengkar termasuk bertikai dan beradu mulut.
  • Hasut/dengki melakukan sesuatu hal yang sengaja untuk merugikan orang lain.
  • Melihat wanita lalu menimbulkan nafsu birahi.
  • Mencium seseorang berbeda jenis bukan muhrim (tidak termasuk dengan istri). dsb.
Demikian pembahasan mengenai Hal Yang Tidak Membatalkan Puasa Ramadhan / Tidak Membatalkan Pahala Puasa dan Hal yang mengurangi atau membatalkan pahala puasa saya informasikan pada kesempatan kali ini. Semoga bermanfaat.

Label:

Tujuan Buka Bersama, Hikmah Buka Bersama dan Manfaat Buka Bersama

Selain istilah ngabuburit yang saya informasikan pada postingan sebelumnya, sekarang kita beranjak pada "buka bersama" yang kalau kita lihat di masyarakat sudah membudaya, terutama kalangan anak muda atau juga group-group tertentu yang biasa kumpul-kumpul atau juga karena adanya acara resmi yang bertepatan di bulan ramadhan yang sekaligus momen ini di jadikan acara buka bersama. Acara buka bersama yang biasa di lakukan biasanya diawali dengan sambutan buka bersama oleh peminpin panitia penyelenggara.

Adapun untuk Menu Buka Bersama biasanya di tentukan terlebih dahulu oleh panitia dengan menyesuaikannya dengan anggaran yang ada. Selanjutnya, untuk tempat buka bersama juga biasanya sama, di tentukan oleh panitia atau diadakan musyawarah terlebih dahulu untuk menentukan kapan dan dimana acara buka bersama itu akan dilaksakannya. Seperti yang pernah saya lihat langsung pada acara buka bersama 2011 di tempat atau rumah makan bakar ikan di daerah cijulang ciamis jabar tahun lalu.

Tujuan buka bersama
Menurut saya merupakan upaya meraih subhikmah berpuasa, yang di dalam buka puasa bersama pun terkandung hikmah tersendiri yang lebih spesifik. Meskipun menurut sebagian keterangan menyebutkan bahwa "yang lebih baik adalah jangan melakukannya". Sebab, para sahabat tidak melakukan cara seperti itu. Cukuplah membangkitkan gairah masyarakat berpuasa sunnat melalui lisan daripada melalui perbuatan.(Liqa' Al-Bab Al-Maftuh karangan Ibnu Utsaimin hal 237).

Selanjutnya, Hikmah Buka Bersama dan Manfaat Buka Bersama, disini saya akan berbagi mengenai penjelasan yang pernah saya baca pada salah satu sumber di internet ini dia: 

Manfaat Buka Puasa Bersama
Buka puasa bersama ini tentunya sangatlah baik untuk mengisi ibadah puasa. Buka puasa sebagai bagian dari aktivitas di bulan Ramadhan, juga merupakan upaya meraih subhikmah berpuasa, yang di dalam buka puasa bersama pun terkandung hikmah tersendiri yang lebih spesifik.

Puasa yang di dalamnya terkandung hikmah sosial seperti adanya tuntutan berzakat, melalui buka bersama bisa dipahami untuk mempertegas yang demikian. Buka bersama bisa menjadi media sosial, sarana pelaksanaan ibadah yang tidak saja mahdhoh namun sekaligus menjalankan ibadah ghoiru mahdhoh.

Banyak sekali manfaat dengan diadakannya buka puasa bersama ini, misalnya mempererat emosionalitas (ukhuwah), meningkatkan semangat membantu orang lain, menjadi media fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan) dengan di dalam buka bersama terdapat kegiatan ibadah secara kolektif, dan lain-lainnya. 

Adanya unsur-unsur yang menjadikan buka puasa bersama ini memiliki manfaat tersendiri di dalam Ramadhan, sehingga memosisikannya sebagai tradisi yang baik yang selayaknya terus dilestarikan serta ditingkatkan kwalitasnya. Unsur ukhuwah di dalam buka bersama misalnya, kandungan ini sesuai dengan apa yang tersebut di dalam firman Allah Swt, sebagaimana di dalam Alquran, surah Ali ‘Imran ayat tiga: 

Katakanlah, “Wahai Ahl Al-Kitab, marilah kepada satu kalimat kesepakatan yang tidak ada perselisihan di antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah, dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun, dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain Allah.” Jika mereka berpaling (tidak setuju), katakanlah kepada mereka, “Saksikanlah (akuilah eksistensi kami) bahwa kami adalah orang-orang Muslim”.

Rasulullah Saw sendiri meminta kepada umatnya agar melakukan ukhuwah sebagaimana tersebut dalam hadits yang cukup populer, yang diriwayatkan oleh Bukhari-Muslim dari sahabat Ibnu Umar, “Seorang Muslim bersaudara dengan Muslim lainnya. Dia tidak menganiaya, tidak pula menyerahkannya (kepada musuh). Barangsiapa yang memenuhi kebutuhan saudaranya, Allah akan memenuhi pula kebutuhannya. Barangsiapa yang melapangkan dan seorang Muslim suatu kesulitan, Allah akan melapangkan baginya satu kesulitan pula dan kesulitan-kesulitan yang dihadapinya di hari kemudian. Barangsiapa yang menutup aib seorang Muslim, Allah akan menutup aibnya di hari kemudian.”.

Sebagai penutup, kegiatan buka puasa yang dilakukan secara kolektif (berjamaah) ini mungkin belum terdengar di masa sejarah Rasulullah Saw. Akan tetapi, unsur-unsur yang terkandung di dalamnya semuanya memiliki dasar hukum agama yang jelas dan kuat. Dengan demikian, kegiatan ini sangatlah bermanfaat dan diharapkan untuk bisa terus eksis. Alangkah lebih baiknya apabila buka puasa bersama di bulan suci Ramadhan ini juga ditingkatkan kwalitasnya dan bisa dinikmati jamaah dalam skala yang lebih luas.

Demikian Tujuan Buka Bersama, Hikmah Buka Bersama dan Manfaat Buka Bersama. Kalau pun seluruhnya bukan atas pemikiran saya, kita ambil hikmahnya saja. Yang pasti semoga Ibadah Puasa Ramadhan kita tahun ini  di berikan kelancaran oleh Allah SWT. Aamiin

Label: